Minggu, 06 Maret 2016

Wartawan

Wartawan harus membuat hal yang penting menjadi menarik dan relevan

Tugas wartawan adalah menemukan cara membuat hal-hal yang penting menjadi menarik unutk setiap cerita, dan menemukan campuran yang tepat dari yang serius dan kurang serius yang ada dalam laporan berita pada hari manapun. Jurnalisme adalah mendongeng dengan sebuah tujuan. Tujuannya adalah menyediakan informasi yang dibutuhkan orang dalam memhami dunia. Tantangan pertama adalah menemukan informasi yang mereka butuhkan untuk menjalani hidup mereka. Kedua, membuatnya bermakna, relevan, dan enak disimak.
            Banyak wartawan yang mengatakan bahwa jurnalisme bukan dipraktekan dengan cara distorsi. Dan bukan begitu yang diinginkan orang dari sebuah berita. Bukti menunjukan kebanyakan orang membaca halaman olahraga dan bisnis, majalah the new Yorker dan kartun, resensi buku dan teka teki silang. Ada juga dalam penulisan berita yang mendongeng dan memberikan informasi. Mendongeng dan informasi bukanlah hal yang berlawanan, karena keduanya lebih baik dipahami sebagai dua bagian dalam rangkaian komunikasi.
Pemahaman dari wartawan :
1.      Jurnalisme adalah mendongeng dengan sebuah tujuan.
2.      Sjian yang mengasyikan audiens benar benar menjadi komitmen wartawan kepada warga.
3.      Tanggung jawab wartawan bukan sekedar menyediakan informasi, tapi menghadirkannya sedemikian rupa sehingga tertarik untuk menyimak.
Menulis berita dengan baik diluar bangunan piramida terbalik membutuhkan waktu. Pada akhirnya, yang perlu dilakukan adalah latihan strategis yang  melibatkan lebih dari sekedar menjejalkan fakta ke dalam kalimat pemberitahuan pendek.

Ciri penting dari jurnalisme infotainment adalah dengan satu dan lain jalan menyajikan berita sebagai sebuah rahasia. Repoter harus tahu rahasia ini dan membiarkan audiens ikut mengetahuinya juga. Berita yang hanya menyajikan hal-hal yang penting adalah sama kakunya dengan berita yang meninggalkan semua yang penting. Bukti memperlihatkan bahwa menarik audiens hanya dengan menyajikan tontonan yang enak dilihat akan gagal sebagai strategi bisnis jurnalisme jangka panjang. Dengan alasan, problem pertama adalah bahwa jika hanya menyuapi orang dengan masalah sepele dan hiburan, akan memudarkan selera dan pengharapan sejumlah orang terhadap sesuatu yang lain. problem jangka panjang kedua dengan strategi infotainment adalah hal ini menghancurkan otoritas organisasi berita untuk menyampaikan berita yang lebih serius dan menjauhkan audiens yang menginginkannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar