Wartawan
harus membuat hal yang penting menjadi menarik dan relevan
Tugas wartawan adalah menemukan cara membuat hal-hal yang
penting menjadi menarik unutk setiap cerita, dan menemukan campuran yang tepat
dari yang serius dan kurang serius yang ada dalam laporan berita pada hari
manapun. Jurnalisme adalah mendongeng dengan sebuah tujuan. Tujuannya adalah
menyediakan informasi yang dibutuhkan orang dalam memhami dunia. Tantangan
pertama adalah menemukan informasi yang mereka butuhkan untuk menjalani hidup mereka.
Kedua, membuatnya bermakna, relevan, dan enak disimak.
Banyak wartawan
yang mengatakan bahwa jurnalisme bukan dipraktekan dengan cara distorsi. Dan
bukan begitu yang diinginkan orang dari sebuah berita. Bukti menunjukan
kebanyakan orang membaca halaman olahraga dan bisnis, majalah the new Yorker
dan kartun, resensi buku dan teka teki silang. Ada juga dalam penulisan berita
yang mendongeng dan memberikan informasi. Mendongeng dan informasi bukanlah hal
yang berlawanan, karena keduanya lebih baik dipahami sebagai dua bagian dalam
rangkaian komunikasi.
Pemahaman dari wartawan
:
1.
Jurnalisme adalah mendongeng dengan
sebuah tujuan.
2.
Sjian yang mengasyikan audiens benar
benar menjadi komitmen wartawan kepada warga.
3.
Tanggung jawab wartawan bukan sekedar
menyediakan informasi, tapi menghadirkannya sedemikian rupa sehingga tertarik
untuk menyimak.
Menulis
berita dengan baik diluar bangunan piramida terbalik membutuhkan waktu. Pada akhirnya,
yang perlu dilakukan adalah latihan strategis yang melibatkan lebih dari sekedar menjejalkan
fakta ke dalam kalimat pemberitahuan pendek.
Ciri penting dari jurnalisme infotainment adalah dengan
satu dan lain jalan menyajikan berita sebagai sebuah rahasia. Repoter harus
tahu rahasia ini dan membiarkan audiens ikut mengetahuinya juga. Berita yang
hanya menyajikan hal-hal yang penting adalah sama kakunya dengan berita yang
meninggalkan semua yang penting. Bukti memperlihatkan bahwa menarik audiens
hanya dengan menyajikan tontonan yang enak dilihat akan gagal sebagai strategi
bisnis jurnalisme jangka panjang. Dengan alasan, problem pertama adalah bahwa
jika hanya menyuapi orang dengan masalah sepele dan hiburan, akan memudarkan
selera dan pengharapan sejumlah orang terhadap sesuatu yang lain. problem
jangka panjang kedua dengan strategi infotainment adalah hal ini menghancurkan
otoritas organisasi berita untuk menyampaikan berita yang lebih serius dan
menjauhkan audiens yang menginginkannya.
